BAB 2
PIUTANG
DAGANG DAN PIUTANG WESEL
Oleh
: One Dyahayu K
Piutang timbul apabila perusahaan / seseorang menjual jasa atau barang
kepada perusahaan lain / orang lain secara kredit. Piutang merupakan hak untuk
menagih sejumlah uang dari si penjual kepada si pembeli yang timbul karena
adanya transaksi penjualan secara kredit.
A. PIUTANG DAGANG
Dalam praktek dikenal dua jenis piutang, yaitu piutang dagang dan
piutang wesel. Piutang dagang sendiri adalah jumlah uang yang harus dibayar
oleh si pembeli kepada perusahaan. Piutang dagang umumnya berjangka waktu
kurang dari satu tahun. Biasanya
dilaporkan sebagai aktiva lancar. Sebagai
conoh, apabila perusahaan menetapkan termin
penjualan 2/30, n/30, maka piutang yang
timbul diharapkan akan dapat diterima dalam jangka waktu paling lama 30 hari
sejak transaksi penjualan terjadi. Dan apabila dibayarkan 30 hari yang
ditentukan mendaptkan potongan mendapatkan potongan 2%. Kreditur adalah pemberi
kredit, sedangkan Debitur adalah penerima kredit.
Piutang dagang :
Ø
Penjualan kredit : mejual
barang kredit (memberi hutang berupa barang)
Ø
Return penjualan :
pengembalian barang dari konsumen karena rusak atau
tidak sesuai pesanan.
Ø
Discount :
potongan harga yang diberikan konsumen, karna
peraturan ditentukan perusahaan
Masalah – masalah akuntansi yang bersangkutan dengan piutang dagang
meliputi tiga hal
yaitu:
1. Pengakuan
piutang dagang
2. Penilaian
piutang dagang
3. Pengalihan
piutang dagang
1. Pengakuan Piutang
Dimisalkan:
Pada tanggal 17 Maret 1994 Tn Sulistyo
menjual barang kepada Tn Tama seharga Rp
3.000.000,00 dengan termin 2/10, n/30. Pada
tanggal 20 Maret, Tn Tama mengembalikan
barang seharga Rp50.000,00 kepada tuan sulistyo. Tanggal 27 Maret Tn Tama
membayar saldo tagihannya.
Jurnal:
Maret 17 piutang
dagang ........................ 100.000,00
Penjualan ..................... 100.000,00
(penjualan
kredit)
Maret 20 Retur & potongan Penjualan.... 50.000,00
Piutang
dagang ............ 50.000,00
(pengembalian
barang dari Tn Tama)
Maret 27 Kas……………………………….. 245.000,00
Potongan
tunai penjualan............... 5.000,00
Piutang
dagang…............... 250.000,00
2. PENILAIAN PIUTANG DAGANG
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia,
piutang dagang harus dicatat dan dilaporkan sebesar nilai kas (neto) yang bisa
direalisasi yaitu jumlah kas bersih yang dapat diterima adalah jumlah piutang
bruto setelah dikurangi dengan taksiran jumlah piutang yang diterima . oleh
karna itu penentuan nilai kas bersih yang diterima memerlukan penaksiran jumlah
piutang yg tidak akan dapat diterima.
Kerugian
Piutang
Kerugian piutang adalah piutang yang tidak tertagih. Penjualan secara
kredit akan
menguntungkan perusahaan karena lebih
menarik bagi calon pembeli sehingga volume
penjualan meningkat yang berarti menaikkan
pendapatan perusahaan. Di lain pihak penjualan
kredit sering kali mendatangkan kerugian apabila debitur tidak mampu/
tidak mau melaksanakan kewajibannya. Kerugian iini biasanya dikenal dengan
berbagai nama seperti kerugian piutang, biaya piutang tak tertagih, dan biaya
piutang ragu – ragu. Adanya kerugian dalam jumlah wajar menunjukkan bahwa
kebijakan kredit yang ditetapkan perusahaan sudah tepat. Sedangkan kerugian
piutang yg terlalu rendah berarti kebijakan kredit perusahaan terlalu ketat,
sebaliknya kerugian piutang yang terlau tinggi berarti kebijakan kredit
perusahaan terlalu longgar.
Ingat : semakin tinggi piutang maka siklus
perusahaan akan berpengaruh tapi jika
kebijakan piutang itu rendah (ketat) maka mengakibatkan konsumen /
pelanggan akan berkurang
Penaksiran kerugian piutang:
1. Berdasrkan pengalaman
2. Analisis umur piutang
3. Penjualan selama 1 th
4. Piutang pada tanggal. Neraca / saldo
piutang dagang
Pencatatan kerugian piutang dapat dilakukan dua metoda yaitu : metoda
cadangan dan metoda penghapusan langsung.
Metoda Cadangan
Metoda ini digunakan apabila kerugian piutang yg terjadi dalam jumlahnya
cukup besar. 3 hal
penting yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Kerugiannya ditentukan
jumlahnya melalui taksiran dengan enjualn pada periode
akuntansi yg
sama dengan periode terjadinya penjualan.
2. Jumlah piutang yang
ditaksirkan yang tidak diterima dicatat dengan mendabet
rekening
kerugian piutang dan mengkredit rekening cadangan kerugian piutang.
3. Kerugian piutang
sesungguhnya terjadi dicatat dengan mendebet rekening cadngan kerugian piutang
dan mengkredit rekening piutang dagang pada saat suatu piutang dihapus dari
pembukuan.
Untuk mencatat taksiran kerugian piutang
Contoh
PT Sulistyo group melakukan penjualan
kredit sebesar Rp 3.300.000,00, dengan piutang
sebesar Rp300.00,00 yang belum dapat
ditagih sampai dengan tgl 31 desember. Manajer kredit memperkirakan bahwa dari piutang tertagih tersebut Rp 33.000,00
diantaranya tidak mungkin dapat diterima.
Jurnal:
Des 31 Kerugian
piutang…………………………….. 33.000,00
Cadangan
kerugian piutang… 33.000,00
Rekening ini pada akhir tahun tidak
ditutup melainkan dicantumkan pada neraca pada
kelompok aktiva lancar sebagai pengurarang
terhadap rekening piutang dagang. SBB:
Piutang dagang……………………………………. Rp
300.000,00
Kurangi: cadangan kerugian
Piutang………………………………….. (Rp 33.000,00) Rp 267.000,00
Rp
267.000,00 menggambarkan taksiran nilai kas bersih (nilai tunai piutang dagang)
yang dilaporkan pada tanggal neraca
Pencatatan Penghapusan Langsung
Apabila piutang sudah lewat waktu dan
tidak mendatangkan hasil, perusahaan berkeyakinan
bahwa piutang tsb tidak mungkin dilunasi,
maka piutang demikian harus dihapus dari
Cadangan
Kerugian Piutang
Penerimaan Kembali Piutang Yang Telah Dihapus
Cadangan
Kerugian Piutang
(untuk mencatat
balik piutang yg telah dihapus)
(untuk
mencatat penerimaan kas)
3. PENGALIHAN PIUTANG
Perusahaan bersedia untuk mengalihkan piutang kepada pihak lain karena
beberap
alasan.Yang pertama dalam situasi uang
ketat perusahaan sulit mendapt pinjaman untuk memenuhi kebutuhan kasnya. Selain
itu tingkat bunga pinjaman juga cukup tinggi, oleh karena itu piutang sedapat
mungkin diubah menjadi kas. Yang kedua penagihan piutang sering memakan biaya
maupun waktu yang cukup besar, oleh karna itu perusahaan mau menerima kas yg
lebih kecil dari jumlah yang seharusnya, asalkan kas dapat diterima lebih
cepat.
Di
negara perekonomian yg telah berkembang, dikenal berbagai cara pengalihan
piutang, misalnya: penjualan piutang kpd
lembaga keuangan, penggadaian piutang, dan
penjualan dengan kartu kredit (credit
card). Di Indonesia telah mulai dikenal adalah penjualan dengan kartu kredit.
B.
PIUTANG WESEL
Piutang wesel lebih fomal dari piutang
dagang. Seorang Deitur dalam piutang wesel membuat suatu janji tertulis kepada
kreditur untuk membayar hutang. Jangka waktu wesel bisa bermacam – macam tetapi
pada umumnya 60 hari.
Piutang Wesel Atau Wesel Tagih Dan Promes
WESEL
a)
Surat printah untuk bayar
b)
Penarik dan yg berkepentingan terdiri atas dua pihak
c)
Dibuat oleh pemilik piutang
d)
Memerlukan akseptasi (tanda tangan)
PROMES
a)
Surat perjanjian untuk membayar
b)
Penarik dan yang berkepenyingan erada di satu tangan
c)
Dibuat oleh pemilik hutang
d)
Tidak memerlukan akseptasi (tanda tangan)
Macam- macam wesel: 1. wesel berbunga
(Interest bearing) è 10jt, 60 hr, 12 %
3. wesel tidak berbunga (non
interst bearing)è 10 JT, 60 hr
Penjualan
Piutang
wesel
Penjualan
Piutang
dagang
piutang wesel
Pendapatan
bunga
Pendapatan
bunga
Perhitungan
Jatuh Tempo
Misal:
15/3 jatuh tempo 60 Hr
Maret 15 – 31 :
16 Hr
April : 30 Hr
46 Hr
Mei
14 14 Hr
60 Hr
Contoh:Tgl 1/12‘ 02 piutang wesel dengan
nominal Rp 10 jt , 12%, 90 hari
Jurnal: 31/12 ’02 piutang
bunga.......................... 100.000
Pendapatan
bunga........ 100.000
(penjurnalan
pada saat tutup tahun/ buku)
2/1 ’03 pendapatan
bunga.................... 100.000 Piutang
Bunga............. 100.000
(jurnal balik)
1/3
’03 kas
............................. ............ 10.300.000
Piutang
wesel ............. 10.000.000
Pendapatan bunga.......
300.000
Atau 1/3 ’03 Kas ....................................... 10.300.000
Piutang Wesel ............ 10.000.000
Pendapatan Bunga.......
200.000
Piutang Bunga ............ 100.000
(jika
pada tanggal 1 Jan tidak dilakukan jurnal balik)
Kewajiban Bersyarat ( Contigen Liability )
Diskontro è pengalihan
piutang wesel ke Bank
Misal: piutang
wesel nominal 10 jt, 12 % , 60 hari dengan nilai jatuh tempo 10.200.000
1/3 piutang
wesel.......................... 10.000.000
Piutang
dagang............ 10.000.000
(penjurnalan
piutang wesel)
1/4 Kas.......................................... 10.050.000
Piutang
Wesel .............
10.000.000 Pendapatan
Bunga....... 50.000
(penjurnalan
pendiskontoan piutang Wesel)
Diskonto
30/360 X 18 % X 10 jt = 150.000
Kas yang di terima perusahaan
(proceed) = Rp 10.050.000
1/5 a. Piutang
Wesel Diskonto...................... 10.000.000
Piutang Wesel......................... 10.000.000
(jika
piutang terbayar)
b. piutang
Dagang.................................. 10.200.000
Kas......................................... 10.200.000
(jika debitur tidak/
belum membayar maka harus dijurnal pembayaran PWD pada Bank)
Penyajian Piutang Dalam Neraca
Misal :
Piutang wesel :10.000,00
Piutang dagang : 8 .000,00
Piutang lain – lain : 2.000,00
Total piutang : 20.000,00
Cadangan
Kerugian Piutang (1.000,00)
Piutang
Bersih 19.000,00
Semoga info ini bermanfaat juga, memang banyak orang yang ingin sukses udaha dagang nya tanpa dibarengi dengan kualitas produk & pelayanan yang dijualnya. Bagaimana bisa? Karena yang namanya cara dagang memang perlu adanya peningkatan kualitas barang dagangannya. Tak perlu melakukan hal yang repot seperti belajar bisnis atau kursus online. Umumnya orang dagang sudah punya banyak pengalaman sebagai usaha nyata (lahir) nya, tapi terkadang masih kurang mengerti ilmu pelarisan seperti dalam usaha batin nya. Maka dari itu silakan coba mengimbangi dengan sarana batin, seperti menggunakan sarana pelarisan. Banyak orang yang bilang sebaiknya memang usaha nyata (lahiriah) dengan usaha batiniahnya harus seimbang. Berbicara masalah pelarisan dagang, ada yang pernah menyarankan menggunakan sebuah JIMAT yang katanya AMPUH. Informasi selengkapnya
BalasHapussaya peroleh dari DISINI>> JIMAT PELARISAN
Semoga bermanfaat.
kursus online